Marelan-(Sang Merah Putih Online)
Seperti orang tak beragama penduduk Maden Baru, Lorong Satahi, Medan Marelan mengamuk bak orang ke setanan menghancurkan rumah warga J. Sinaga karena Ia telah membunuh Torang Panjaitan,pada hari Kamis (31/3) pukul 23.00.
Ini semua terjadi, amuk massa berawal saat Panjaitan pulang kerja. Sinaga yang masih tetangganya menghampirinya sambil membawa klewang. Tanpa basa-basi, Sinaga menghayunkan klewangnya pada Panjaitan berkali-kali. Panjaitan pun tewas. Kekesalan Sinaga berawal saat Torang yang wartawan salah satu media di Sumut, memberitakan masalah begu ganjang yang dikaitkan dengan J Sinaga.
Mengetahui kejadian itu, warga sekitar mengamuk dan mengobrak-abrik rumah Sinaga. Saat itu, istrinya berada di rumah. Tidak hanya itu, warga mengumpulkan kayu dan membakarnya dekat rumah Sinaga. Bukan hanya itu, Sinaga juga mendapat bogeman dari massa.
Beruntung, polisi yang tiba di lokasi berhasil mengamankan Sinaga dan berupaya menenangkan warga. Di luar dugaan, salah seorang putri Sinaga berusaha lari dari kampung sambil menyiramkan bensin di sepanjang jalan (gang kampung).
Hal itu kembali memicu emosi warga. Upaya pengejaran pun dilakukan. Lagi-lagi, polisi berhasil mengamankan wanita tersebut dan memasukkannya ke mobil. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, wanita itupun diboyong ke komando. hingga pukul 01.10, suasana di lokasi kejadian masih mencekam. Puluhan warga masih terlihat menyisir jalan memastikan tidak ada lagi keluarga penganiaya Panjaitan di kampung itu.(bin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar