Rabu, 06 April 2011

Kebakaran Hutan Di Pusuh Buhit Meluas

Samosir (Sang)                                                                   Hutan di kawasan Gunung Pusuk Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir kembali terbakar pada Senin (4/4), di Aek Rangat, Siogung-ogung. Tercatat pada tahun 2008 dan 2009 juga terbakar.

Kepulan asap mulai terlihat sejak tengah hari, hingga Se­lasa (5/4) sore. Api dikabarkan mulai mengarah ke hutan di atas pemukiman penduduk Desa Huta Ginjang, Kecamatan Si­anjur Mula-mula.

Penduduk yang bermukim di sekitar Pangururan merasa­kan dampak nyata dari keba­karan hutan tersebut. Asap, de­bu maupun daun yang ha­ngus akibat kebakaran terbawa angin telah masuk ke rumah-rumah penduduk.

“Udara yang biasanya sejuk telah berganti menjadi kepulan asap. Bekas daun-daun terba­kar juga telah sampai ke ru­mah. Semoga kebakaran hutan ini segera padam. Karena sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan juga terganggu,” ujar Naibaho, salahseorang war­ga Siogung-ogung kepada Jurnal Medan.

Sementara Kadis Kehuta­nan Ir YC Hutauruk mengata­kan, upaya pemadaman api sudah dilakukan secara manual karena lokasi kebakaran ada di daerah yang terjal dan cu­ram. Namun karena kondisi cua­ca dan lokasi api belum bi­sa dipadamkan.

“Staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan sedang berusaha me­madamkan kobaran api. Dan saat ini ada yang berjaga di be­berapa titik seperti di Aek Ra­ngat dan Sigulatti untuk ber­jaga-jaga kebakaran tidak menjalar. Kita takut api akan menjalar ke daerah Sigulatti yang dekat dengan pemukiman penduduk,” jelas YC Hutauruk yang juga belum bisa memastikan luasan hutan yang terbakar.

Lebih lanjut YC Hutauruk menjelaskan, motif maupun pelaku pembakaran belum bisa dipastikan. Hanya diduga ulah para penggembala ternak yang membakar ilalang, dan dahan-dahan kering.

Sementara Camat Sianjur Mu­la-mula Mangihut Situme­ang SSos mengatakan, sejak terjadi kebakaran pihaknya dan Linmas telah berjaga-jaga di Desa Huta Ginjang untuk me­ngantisipasi meluasnya ko­baran api serta membantu pihak Dinas Kehu­ta­nan dan Per­kebunan dalam pemadam api.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar