Kepulan asap mulai terlihat sejak tengah hari, hingga Selasa (5/4) sore. Api dikabarkan mulai mengarah ke hutan di atas pemukiman penduduk Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-mula.
Penduduk yang bermukim di sekitar Pangururan merasakan dampak nyata dari kebakaran hutan tersebut. Asap, debu maupun daun yang hangus akibat kebakaran terbawa angin telah masuk ke rumah-rumah penduduk.
“Udara yang biasanya sejuk telah berganti menjadi kepulan asap. Bekas daun-daun terbakar juga telah sampai ke rumah. Semoga kebakaran hutan ini segera padam. Karena sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan juga terganggu,” ujar Naibaho, salahseorang warga Siogung-ogung kepada Jurnal Medan.
Sementara Kadis Kehutanan Ir YC Hutauruk mengatakan, upaya pemadaman api sudah dilakukan secara manual karena lokasi kebakaran ada di daerah yang terjal dan curam. Namun karena kondisi cuaca dan lokasi api belum bisa dipadamkan.
“Staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan sedang berusaha memadamkan kobaran api. Dan saat ini ada yang berjaga di beberapa titik seperti di Aek Rangat dan Sigulatti untuk berjaga-jaga kebakaran tidak menjalar. Kita takut api akan menjalar ke daerah Sigulatti yang dekat dengan pemukiman penduduk,” jelas YC Hutauruk yang juga belum bisa memastikan luasan hutan yang terbakar.
Lebih lanjut YC Hutauruk menjelaskan, motif maupun pelaku pembakaran belum bisa dipastikan. Hanya diduga ulah para penggembala ternak yang membakar ilalang, dan dahan-dahan kering.
Sementara Camat Sianjur Mula-mula Mangihut Situmeang SSos mengatakan, sejak terjadi kebakaran pihaknya dan Linmas telah berjaga-jaga di Desa Huta Ginjang untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api serta membantu pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam pemadam api.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar