Rabu, 06 April 2011

Puluhan Siswa SD Ikal Keracunan

Onya TV (Medan)
Puluhan siswa SD Yayasan Pendidikan Keluarga Dolok (Ikal), Jalan Jongkong, Medan Helvetia, keracunan setelah merayakan ulang tahun seorang teman mereka di kelasnya kemarin.

Sedikitnya 13 siswa harus dirawat inap di RSU Sari Mutiara, Jalan Kapten Muslim, Medan. Dua puluh lima siswa lainnya hanya menjalani rawat jalan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh SINDO, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin,para siswa kelas V merayakan ulang tahun siswa bernama Visilia Lorenz, 11. Pada acara itu mereka memakan kue tar pemberian Visilia.Tak lama setelah mengonsumsi kue itu, para siswa merasakan pusing mual dan muntah-muntah.

Visilia yang juga dirawat mengatakan bahwa kue itu dibeli seharga Rp75.000 dari Choco Bakery, tepat di depan RSU Sari Mutiara,Senin (4/4) sore. ”Kuenya memang terasa asam, saya kira itu rasa stroberinya, jadi terus saya makan. Tapi, nggak lama perutnya mual, kepalanya pusing dan akhirnya saya muntah. Sekarang, sudah lumayan, nggak begitu sakit lagi,hanya tinggal lemasnya,”kata Visilia.

Siswi lainnya, Fahrunnisa Zulaika Nst, mengaku merasakan hal sama.Perutnya terasa perih seperti dililit-lilit,mual, dan kepalanya pusing. Tapi, setelah diberi obat,kondisinya membaik. ”Pertama makannya cuma sedikit, tapi karena (kuenya) enak ya dimakan sampai habis. Kalau rasa kuenya enak, tapi krimnya nggak enak. Setelah makan, perut mual, tapi sekarang sudah nggak,” ujarnya didampingi ibunya,Nurani,39, warga jalan Kapten Sumarsono, Medan Barat.

Kepala Sekolah SD Yayasan Perguruan Ikal M Isa mengatakan, para siswa mual dan muntah saat jam belajar sekitar pukul 10.30 WIB. Dari seluruh siswa di kelas V yang jumlahnya 39 orang, hanya seorang siswa yang tidak ikut memakan kue tar itu,karena sudah kenyang. Semua siswa yang memakan kue tar itu merasakan mual dan muntah-muntah.Mengetahui kejadian ini, M Isa dan beberapa guru berinisiatif membawa para siswa ke RS terdekat, yakni RSU Sari Mutiara.

”Tadi kami sempat panik, karena tidak menyangka setelah makan kue kok mual dan pusing-pusing. Lalu, kami berinisiatif membawa mereka ke RS. Setelah diberi cairan dan dipasang infus, anak-anak langsung muntah, sebab biasanya pemberian cairan supaya muntah,”katanya. Ke depan, kata Isa, mereka akan lebih waspada mengawasi siswa mengonsumsi makanan saat berada di lingkungan sekolah.

Dia menyebutkan, 13 di antara 38 siswa yang keracunan harus menjalani rawat inap. Sementara itu, 25 siswa hanya diobservasi rawat jalan.Ke-13 siswa yang harus menjalani rawat inap yakni Dhika, Fuad Hamazier, Landahur, Irfan Fadhil, Rafli, Fahrumsa, Siluy Ananda, M Adshal, M Alfa, Nurul, Namira dan Diaulihaq, serta Visilia Lorenzo. ”Atas peristiwa yang dialami siswa kami, pihak penjual bolu berlapis moka, yaitu toko Choco Bakery, sudah bertanggung jawab.

Untuk 25 siswa sudah pulang, hanya rawat jalan. Sampel bolu dan muntahan siswa sudah diambil pihak Dinas Kesehatan untuk diuji di laboratorium,” katanya. Pemilik toko roti Choco Bakery, Sulaiman, yang ditemui di RSU Sari Mutiara menegaskan, pihaknya akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut,termasuk membiayai perobatan siswa. Namun, dia mengklaim kue buatan tokonya aman untuk kesehatan.

Sebab,makanan itu dibuat dari bahan-bahan dasar kue, seperti telur, tepung, mentega, dan bahan lainnya tanpa bahan pengawet. Selain itu, kue buatan tokonya sudah melalui Standar Nasional Indonesia (SNI), berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). ”Soal keracunannya kenapa, saya tidak tahu.Tidak ada bahan pewarna dan pengawet. Kasus ini juga baru sekali terjadi setelah toko kami berdiri lima tahun,”tandasnya. Direktur Utama RSU Sari Mutiara dr Tuahman menyebutkan, kue yang dijadikan sampel sudah dibawa Dinas Kesehatan Medan.

Mengenai kondisi para siswa, kata dia, semua sudah membaik setelah diberi norit, infus, dan sebagian diberi susu. ”Sudah membaik karena sudah kami beri norit. Biasanya tidak lama, hanya dua sampai tiga hari kondisinya sudah pulih,”ujarnya. Sementara itu,Kepala Balai Besar Pengawas Obad dan Makanan (BBPOM) Sumut Agus Prabowo sempat menyatakan mereka belum mendapatkan sisa makanan yang dikonsumsi siswa. Namun, ketika ditanya kembali dirinya membenarkan telahmengambilsedikitsampel. ”Kami belum tahu apakah yang sedikit ini bisa diperiksa atau tidak.Kemungkinan besok (hari ini) akan kami          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar