Kerusakan jalan ini sudah belangsung lama hampir sepanjang tahun, diduga disebabkan akibat seringnya truk angkutan berat yang melebihi tonase melintas di samping perawatan jalan tidak ada.
Pantauan repoerte Sang Merah Putih Online jalan di sepanjang desa tersebut belubang-lubang, diperkirakan variasi lubang yang menganga di sepanjang jalan itu beradius antara satu hingga lima meter.
jika hujan air menggenangi jalan yang rusak belubang itu, dengan kedalaman hampir setinggi lutut orang dewasa.
Kendaraan yang melintas di kawasan itu harus perlahan dan ekstra hati-hati, baik sewaktu musim hujan maupun tidak. Bahkan tidak jarang kendaraan mengalami kerusakan, seperti per patah, lahar pecah, karena guncangan dan benturan serta mesin macet karena masuk air.
Pengemudi dan penumpang kendaraan yang melintas di jalan itu mengeluh dan sering mengeluarkan kata-kata tak senonoh kepada instansi terkait, karena dianggap tidak ada perhatiannya untuk memperbaiki jalan rusak yang sudah berlangsung lama itu. jalan negara yang menghubungkan Karo-Simalungun-Dairi-Pakak Bharat dan Aceh Selatan ini sangat vital untuk pertumbuhan ekonomi rakyat, tapi pemerintah tidak menangani jalan tersebut hasil pantauan reporter Sang Merah Putih Online saat melintas menumpangi kendaraan umum menuju Sidikalang.
Sementara itu pengemudi angkutan umum Subur Barus mengaku sangat perihatin atas lambannya pemerintah menangani kerusakan jalan Tiga Panah-Merek.
Menurutnya setiap tahun tak henti-hentinya kerusakan jalan itu terus ada. Padahal jalan negara ini selain menghubungkan empat kabupaten satu provinsi, jalan tersebut merupakan jalan pariwisata (oma )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar