Medan (Sang Merah Putih) Tim Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan membongkar tembok bangunan di Sei Arakundo, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Petisah.
Pembongkaran dilakukan karena tembok yang didirikan itu tidak dilengkapi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), serta menutup akses jalan warga .
Pembongkaran dipimpin langsung Kasi Pengawasan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Darwin disaksikan hadir Lurah Sei Sikambing B, Ali Sitepu. serta warga sekitar perumahan itu,dan merekasangat gembira karena jalan kembali terbuka.
Darwin, sebelum pembongkaran pihak developer suda tiga kali disurati yakni No.640/0886 tanggal 24 Februari 2011, No.640/0963 tanggal 2 Maret 2011 dan No.640/1229 15 Maret 2011. dan ditanggapi pihak develover .
“developer sudah dipanggil DPRD Medan , terkait penutupan jalan warga .
Akan tetapi pihak developer tidak memenuhi panggilan anggota dewan. Makanya, pembongkaran dilakukan,” jelas Darwin.
Ketika melakukan pembongkaran, Tim Terpadu yang merupakan gabungan dari pegawai sejumlah SKPD terkait dibantu petugas Koramil, Denpom , Polsekta sempat mendapat protes dari salah seorang ibu rumah tangga, penghuni perumahan tersebut. “Mengapa kami (warga perumahan) tidak
diberitahu sebelumnya jika hari ini dilakukan pembongkaran tembok,” protesnya.
Walaupun telah dijelaskan secara rinci seluruh prosedur yang ditempuh hingga dilakukan pembongkaran, namun wanita paruh baya itu tetap tidak terima. Meski demikian protesnya tidak menghalangi petugas untuk merubuhkan tembok sepanjang 2 meter.(sar)
Dengan menggunakan martil besar, petugas pun langsung merubuhkan
tembok tersebut. Dalam waktu tidak terlalu lama, tembok yang selama
ini menutup akses jalan pun roboh. Dengan demikian akses jalan warga
yang bermukim di Gang Turi I kini bisa menembus Gang Sejahtera,
begitu sebaliknya.
Salah seorang warga yang menyaksikan jalannya pembongkaran, mengaku gembira setelah tembok dirubuhkan. Sebelum tembok dibangun tahun 2009, warga dengan mudah menuju sekolah, madrasah maupun puskesmas yang tak jauh dari sekitar tempat mereka tinggal.
“Selain menutup akses jalan, sekitar tempat tinggal kami langsung banjir sejak tembok ini dibangun sekitar tahun 2009. Itu sebabnya warga protes dengan penutupan jalan ini. Jadi kami sekarang senang dengan pembongkaran tembok ini,” ungkapnya penuh gembira.(sar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar