Di saat wartawan Sang Merah Putih meminta konfirmasi salah satu pedagang tentang keberanian mereka untuk menghadapi ombak yang kencang di saat berlayar, seorang pedagang yang bernama Ibu Ana Br. Silaban menjawab, “Apapun yang terjadi kami hadapi demi anak kami yang lagi sekolah dan kebutuhan sehari-harinya, supaya tercapai cita-cita anak-anak kami. Itupun kami sudah banyak mengalami rintangan, kami selalu diisukan membawa monja dan miras, ternyata semua itu tidak benar. Saya katakan tidak benar lantaran setiap barang yang kami bawa dari Batam maupun turun ke Belawan, barang-barang tersebut selalu diperiksa oleh Bea Cukai dan tidak mungkin kami berani membawa barang yang sudah dilarang oleh pemerintah. Dan kami pun membawa barang lengkap dengan dokumen-dokumennya serta mematuhi peraturan yang ada,
Demikianlah konfirmasi yang disampaikan oleh Ibu Ana kepada wartawan Sang Merah Putih di lapangan dengan menunjukkan seluruh Surat Ijin Barang tersebut.
Setelah disurvei di lapangan terbukti tidak ada monja atau miras bersama mereka. Maka seluruh isu-isu mengenai para pedagang bahwa mereka membawa monja maupun miras dari Batam ke Belawan tidaklah benar. (Binsar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar