Medan, (Analisa) Dinas Kesehatan Kota Medan kurang tangap melayani masyarakat dan para staf tersebut tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin yang sedang mempertanyakan status kepesertaan Jaminan Pelayanan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS).
"Saya sangat kecewa dengan pelayanan petugas Dinas Kesehatan Medan kepada masyarakat miskin. Ini akibat kurangnya bimbingan Kepala Dinas agar lebih baik dan sabar dalam melayani masyarakat," kata Sekretaris Komisi B DPRD Medan Khairuddin Salim, baru-baru ini
Khairuddin datang ke Dinas Kesehatan Medan didampingi anggota Komisi B Srijati Pohan karena mendapat laporan langsung dari Helly Siahaan (41) dan istrinya Margareth (35) warga Karya Budi gang Budi Kecamatan Medan Johor yang tidak dilayani dengan baik oleh staf Dinkes Medan.
Margareth datang membawa suaminya yang sedang sakit untuk mempertanyakan status kepesertaan JPKMS mereka. Soalnya, tahun lalu mereka mendapat kartu JPKMS. Tapi, pemutakhiran tahun ini, keluarga mereka tidak terdaftar lagi.
Sementara, suaminya (Helly Siahaan) sedang dalam perawatan pasca kecelakaan lalulintas beberapa waktu lalu. Sekarang, suaminya harus check up tiap minggu ke rumah sakit. Bahkan dalam waktu dekat, Helly harus melakukan operasi batok kepala.
Margaret sudah mempertanyakan ke Kepling, tapi nama mereka tidak terdaftar di pemutakhiran. Begitupun, Kepling sudah memberikan tandatangan dan diketahui Lurah dan Camat Medan Johor untuk dibawa ke Dinas Kesehatan Medan agar diberi solusi soal kepesertaan JPKMS mereka.
"Dari Dinas Kesehatan, kami hanya diberi selembar surat yang menyatakan tetap dilayani. Tapi, surat itu akhir bulan ini sudah tidak berlaku lagi. Lalu, apakah setiap minggu suami saya check up harus meminta rekomendasi terus. Makanya, kami perlu kartu. Tapi, jawaban staf di Dinkes tidak bagus. Bahkan saya tunjukkan juga ada memo dari anggota dewan, katanya, mereka tidak kenal anggota dewan yang di memo tersebut. Bahkan, kata petugas itu, ajudan walikota Medan saja yang mengurus kartu JPKMS, masih belum keluar," jelas Margaret.
Sikap petugas Dinkes yang terkesan arogan dengan rakyat miskin. " Kemana lagi mereka mengadu kalau mereka ada masalah. Jadi, saya harap berilah jawaban yang bagus dalam melayani masyarakat," tambah Khairuddin.
"Ini masalah kebijakan sehingga mereka tidak terdaftar dalam pemutakhiran program Medan Sehat. Kita minta Walikota untuk memberikan pertimbangan kebijakan. Karena kebijakan itu harusnya tidak kaku dan bisa memberikan solusi untuk kasus-kasus seperti ini," tegas Khairuddin.
Khairuddin juga mengharapkan, Walikota Medan agar menegur Kepala Dinas Kesehatan, aparatur kecamatan, kelurahan dan kepling yang tidak memberikan pelayanan baik kepada masyarakat.
Hal senada juga dikatakan Srijati Pohan. "Kita tahu, sebagai petugas memang banyak masalah dan capek. Tapi, harusnya tetap lebih bijaksana dalam menghadapi rakyat miskin," tambah Sri yang juga anggota Fraksi Demokrat di DPRD Medan ini.(Yor)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar